Kapolsek Samboja AKP Adyama Baruna Pratama mengungkapkan, awal mula api berasal dari rumah Rita Arisandi.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi, api yang terpantau sudah membesar melalap satu unit sepeda motor di rumah tersebut. Menyebabkan jilatan api semakin menjadi-jadi. Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya untuk mencegah api terus meluas. Namun api sulit dijinakkan hingga melalap rumah-rumah di sebelahnya.
Adyama menceritakan, Rita beserta keluarga saat itu sedang tidur. Begitu api terasa semakin panas, dia terbangun dan sontak menggendong dua anak paling kecil yang ada di rumahnya keluar dari kobaran api. Sementara Amelia masih tertinggal di dalam rumah.
"Anaknya ada banyak, terus pas mau kembali diselamatkan lagi (Amalia, Red) api sudah menyebar. Kebetulan ketimpa reruntuhan anaknya itu, jadi susah ditolong, sementara api terus membesar," ungkap Adyama.
Empat unit pemadam baru datang setelah setengah jam sejak setelahnya. Terdiri dari PMK Kecamatan Samboja, Muara Jawa, PT PHM dibantu TNI-Polri. Api yang sulit dijinakkan baru padam sekitar pukul 06.00 WITA.
Korban ditemukan di bawah puing-puing bekas kebakaran dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD ABADI Samboja untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Total kerugian akibat kebakaran ini sebesar Rp750 juta. Sementara belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran ini.
"Sebab masih penyelidikan, yang jelas berawal dari rumah ibu Rita yang tadi saya ceritakan itu. Awalnya di situ," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah