“Untuk di bidang kami yaitu Pembinaan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (P3KP) untuk Samboja kita punya program RTLH, itu memang untuk tahun ini ada anggaran Rp 6 miliar, ini terpisah khusus untuk RTLH kalau yang sanitasi itu di bidang lain yaitu bidang penyehatan lingkungan,” kata Kepala Bidang P3KP Pemukiman Dinas Perkim Kukar, Andi Muhammad Yahya kepada korankaltim.com, Senin (31/1/2022).
Andi menyebutkan dari Rp 6 miliar itu nantinya akan diberikan kepada masyarakat penerima program RTLH yakni dengan rincian satu rumah sebesar kurang lebih Rp 20 juta.
“Satu rumah itu kurang lebih 20 juta, tapi kalau dia (rumahnya, red) kondisinya sudah baik yaitu atap dinding lantai kalau sudah bagus, dan ada kelebihan anggarannya memang bisa juga untuk perbaikan MCK-nya. Rp6 miliar itu khusus Samboja saja, tersebar di beberapa desa seluruh Samboja. Seluruhnya 300 rumah, artinya satu rumah Rp20 juta,” sebutnya.
Nominal ini tentunya tidak berupa uang, namun berupa material yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni. Andi menegaskan program RTLH dari Dinas Perkim ini direncanakan akan mulai berjalan pada awal Maret atau di akhir Februari ini.
“Mulai ekseskusinya di bulan tiga atau akhir bulan ini, karena saat ini sedang penjaringan fasilitatornya untuk kegiatan itu. Kita kan berkomunikasi dengan Dinas Sosial dan Bappeda jadi ada ada perwakilan dari unsur masyarakat nanti, karena itu nanti pembangunannya dengan cara swadaya masyarakat,” tegasnya.
“Tidak ada biaya tukang, jadi gotong royong penerima program itu dengan dikoordinir oleh fasilitator. Kita mengharapkan dengan adanya program ini persentase angka kemiskinan di Kecamatan Samboja itu bisa berkurang, karena Samboja ini salah satu kecamatan yang tinggi angka kemiskinannya,” demikian Andi.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan