Komunitas Sunatan Massal Amal Jariyah (Sumaja) Kukar Idaman bekerjasama dengan pemerintah Kecamatan Sangasanga dibantu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sangasanga Dalam dan Karang Taruna Desa Pendingin sukses melaksanakan khitan massal untuk 100 anak, Minggu (30/1/2022).
"Alhamdulillah kami Sumaja Kukar Idaman dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Sangasanga melaksanakan bakti sosial khitanan massal untuk 100 orang anak dalam satu hari. Dibantu dengan kawan-kawan desa juga dalam pelaksanaannya dan luar biasa dukungan pak Camat Sangasanga," kata koordinator Sumaja Kukar Idaman, H Lukman kepada korankaltim.com, Senin (31/1/2022).
Lukman menceritakan sempat ada ucapan dari salah satu peserta khitanan massal yang cukup lucu namun menginspirasi bagi anak-anak lainnya pada saat pelaksanaan baksos khitan massal merah putih Sangasanga ini.
"Ada satu anak yang merasa sangat pede sekali masuk di ruang eksekusi, saya tanya kelas berapa, dia bilang kelas 5 SD masih, kok berani disunat? Dia jawab saya ingin seperti pahlawan yang berani melawan rasa takut termasuk rasa takut karena disunat ini. Hee lucu juga, dia berani meskipun pada saat disunat dia sempat teriak dan terpaksa meneteskan air mata," ungkap Lukman.
Sementara itu, Camat Sangasanga, Dachriansyah menambahkan dalam kegiatan khitanan massal ini dilakukan di dua tempat yakni di Klinik Sangasanga yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Camat, dan di SMP Negeri 2 Sangasanga.
"Dilaksanakan di dua tempat itu dalam satu hari kemarin, 60 di klinik, yang 40 di SMP Negeri 2 Sangasanga. Alhamdulillah lancar dan tentunya anak-anak yang dikhitan membuktikan bahwa mereka juga pejuang untuk dirinya sendiri karena berani mengikuti khitanan massal kemarin," jelas Dachriansyah.
Ia pun berharap selain banyak kegiatan positif yang dilakukan pada perayaan Merah Putih Sangasanga, kedepan kecamatan yang telah ditetapkan sebagai kota juang ini bisa terus berkontribusi terhadap pembangunan Kutai Kartanegara yakni melalui bidang edukasi, budaya, ekonomi dan sebagai daerah yang memiliki ciri khas situs sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan negeri.
"Kami juga sudah bekerja sama dengan banyak pihak untuk menjadikan Sangasanga ini tidak hanya dikenal saat perayaan momentum peristiwa merah putih Sangasanga 27 Januari saja. Kita sudah kembangkan ke olahraga tradisional, bekerja sama dengan komunitas pecinta sepeda ontel se-Kaltim, kelompok pecinta wisata, kelompok pemerhati situs sejarah kedepan juga kita akan bekerjasama dengan lainnya termasuk untuk pengembangan ekonomi kreatif," harapnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan