Masyarakat diminta menyesuaikan aktifitasnya terkait penutupan akses melewati jembatan tersebut.
Jadwal penutupan Jembatan Ing Martadipura sudah disusun dimana pada hari Kamis besok ditutup mulai pukul 08.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA atau jam delapan pagi sampai jam enam sore. Hari Jumat jembatan ditutup mulai pukul 07.30 WITA pagi sampai pukul 23.00 WITA atau jam sebelas malam sedangkan penutup hari Sabtu dimulai 07.30 WITA sampai pukul 18.00 WITA atau jam enam sore.
Adapun wilayah yang terdampak penutupan Jembatan Ing Martadipura dari dan ke Kota Bangun antara lain Kecamatan Tabang, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Kenohan, Desa Muhuran dan Desa Sebimblingan
Akses yang diberikan oleh Dinas PU Kukar sebagai alternatif adalah melalui jalur sungai yaitu dari Desa Muhuran ke Desa Liang dan sebaliknya.
Pemkab Kukar tidak menanggung biaya transportasi yang timbul di jalur alternatif ini kecuali dilakukan dalam kondisi darurat yaitu dikhususkan bagi ambulans dan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang diperkenankan melintasi jembatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara Wisnu didampingi Kepala Bidang Bina Marga Restu Irawan menjelaskan, disetiap jembatan bentang lebar atau panjang wajib dilakukan pengujian dinamis dan statis.
"Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan jembatan dalam memikul beban baik beban dinamis maupun statis, pengujian ini dilakukan dengan menumpuk kendaraan bermuatan sepanjang jembatan agar kelihatan bacaan beban pada alat uji sensor yang dipasang pada bentang jembatan yang ada," kata Restu kepada Korankaltim.com, Rabu (26/1/2022) siang tadi.
Diharapkan dari uji seperti ini nantinya akan diketahui kondisi layak jembatan. Yang menguji adalah tim Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT) dan nanti akan ada evaluasi tim penguji tersebut.
"Nantinya keluar semacam sertifikat laik fungsi jembatan sebagai bukti bahwa embatan telah lulus uji pembebanan sebagai syarat operasional jembatan setelah adanya rehabilitasi atau perbaikan pada jembatan tersebut. Kami berharap masyarakat memaklumi penutupan selama tiga hari ini dalam rangkaian pemeliharaan jembatan yang sementara kami laksanakan," paparnya.
Pengujian beban memang biasanya dilakukan setelah selesai di bangun. Terkhusus jembatan Martadipura ini, sejak rampung dibangun pada 2005 lalu belum pernah dilakukan loading test.
"Namun terkadang untuk jembatan-jembatan terdahulu belum dilakukan pengujian seperti saat ini. Apalagi baru-baru ini kan Jembatan Martadipura mengalami perubahan sistem struktur sehingga itu perlu lagi dilakukan pengujian beban kembali, apalagi sejak dibangun belum dilakukan pengujian yang disaksikan oleh tim KKJT kementerian PU," tutup Restu.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur