Mereka mempresentasikan Rencana Umum Pengembangan Bandara APT Pranoto hingga tahun 2035. Untuk mendukung rencana pengembangan ini, UP Bandara APT Pranoto membutuhkan lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak yang diperuntukan pembangunan runway lanjutan.
Kendati rencana pembangunannya hingga tahun 2035, dokumen terkait kesanggupan pemerintah daerah termasuk pengadaan lahan untuk mendukung pengembangan itu sudah diminta mulai sekarang oleh pemerintah pusat atau Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk dijadikan dasar membuat kajian rencana pengembangannya.
Sunggono menegaskan pemkab belum bisa memastikan mengingat perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan DPRD Kukar.
"Memang skenario rencana pembiayaan pengembangan bandara itu khususnya untuk 10 hektar lahan yang dibutuhkan bisa melalui pemerintah daerah atau dari anggaran pemerintah pusat. Mereka berharap jika dimungkinkan dari pemerintah daerah, tapi kami belum bisa memastikan karena harus berkoordinasi dulu termasuk dengan DPR terkait permasalahan anggarannya," kata Sunggono.
Beberapa OPD yang tergabung dalam pertemuan tersebut seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Tadi yang ditanyakan teman-teman baik dari Bapenda, Bagian Ekonomi Setkab Kukar, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait pengembangan bandara ini.
Mulai dari apakah ada kemungkinan kontribusi pendapatan bagi Pemkab Kukar karena asetnya masuk dalam wilayah pengembangan, apakah Perusda bisa dilibatkan setelahnya.
Kemudian apakah kajian pengembangan itu sudah dilakukan secara menyeluruh mulai dari sisi perhubungan darat, laut dan hal-hal lain yang perlu dikaji hingga permasalahan pengalihan sumber daya air dan adanya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan beberapa hal lainnya.
Sunggono menyebutkan, semua pertanyaan tersebut telah dijelaskan oleh UP Bandara APT Pranoto. Namun setelah ini semua OPD yang terlibat akan melakukan kunjungan lapangan untuk memastikannya.
"Nanti kami turun ke lapangan sama-sama, hasilnya dilaporkan ke bupati, bupati yang akan memutuskan buat dukungannya seperti apa," tutup Sunggono.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur