Kapolsek Kembang Janggut IPTU Joko Sulaksono mengungkapkan, hujan yang turun hari ini membuka kemungkinan terjadinya banjir susulan.
"Kepada seluruh masyarakat Tabang khususnya di desa-desa dan pesisir sungai agar berhati-hati adanya potensi luapan Sungai Belayan yang debitnya semakin naik, semakin meningkat karena cuaca hujan hari ini," kata Joko dikonfirmasi Korankaltim.com pagi tadi.
Masing-masing desa sedang menghitung kerugian yang disebabkan banjir ini. Diketahui ada beberapa fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, kantor-kantor, maupun bangunan rumah masyarakat yang terdampak banjir. Beberapa bangunan diantaranya pagi tadi mulai dibersihkan dari sisa-sisa lumpur yang larut dibawa banjir ini.
Terpantau, akses jalan umum di pinggir sungai Desa Muara Pedohon mengalami longsor. Badan jalan semen mengalami patah dan pondasinya mengalami penggerusan akibat banjir kemarin.
Diungkapkan Joko, sejumlah masyarakat sempat dievakuasi saat banjir kemarin seperti di Desa Bilatalang, masyarakat diungsikan ke dataran yang lebih tinggi dan ditempatkan di lamin-lamin adat.
"Jadi seluruh aparatur desa melakukan upaya pengevakuasian masyarakatnya masing-masing karena pihak kecamatan juga kekurangan personel dari BPBD juga," ungkapnya.
Mengingat Tabang masih berpotensi diguyur hujan menurut data peringatan dini BMKG, Joko meminta masyarakat agar selalu siaga dan mempersiapkan segala kebutuhan sembako selama menghadapi banjir.
"Mohon perhatiannya untuk seluruh perusahaan di Kecamatan Tabang, partisipasinya membantu sembako untuk kepentingan masyarakat yang sangat sulit dalam beberapa hari ini karena jalannya terputus," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur