"Program pesantren ini merupakan salah satu perwujudan dari tujuan pemasyarakatan yakni pulihnya hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti", ujar Kepala Seksi Binapi sekaligus penanggung jawab program, Ahmad Harnadi saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (20/1/2022).
Salah satu program unggulan Pesantren Taubatan Nasuha ini adalah program tahfiz, dari 98 WBP yang saat ini mengikuti program santri terdapat beberapa santri fokus secara rutin melakukan murojaah hafalan al Quran, salah satunya adalah Apraja.
"Sejak awal saya jadi santri pesantren taubatan nasuha, keinginan untuk menghafal Al-Qur'an saya semakin kuat," ujar Apraja di sela-sela kegiatan pembelajaran.
Apraja yang merupakan WBP tindak pidana narkoba ini sudah mempunyai hafalan tiga juz ini setiap harinya selalu melakukan murajaah atau setor hafalan kepada guru pendamping yang telah ditunjuk.
"Semoga di bulan Maret nanti saya bisa ikut ujian tahfiz yang kedua kali dan bisa sampai lima juz hafalannya", imbuhnya.
Program tahfiz di pesantren taubatan nasuha selain mewajibkan santri untuk setoran hafalan setiap hari, diadakan juga ujian tahfiz yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.
"Tujuan ujian tahfiz ini ingin mengetahui sejauh mana kemampuan santri dalam menghafal dan tidak sekedar jumlah hafalannya yang diperhatikan namun yang tidak kalah pentingnya adalah cara pengucapan/membaca Al-Quran tersebut," ujar Harnadi.
Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menegaskan program pesantren ini merupakan inovasi program pembinaan, dengan keterbatasan lahan Lapas Kelas II A Tenggarong mencoba membuat terobosan baru.
"Program pesantren ini, bagi kami adalah modifikasi dari rehabilitasi sosial bagi WBP kasus Narkotika. Karena program rehabilitasi sosial membutuhkan ruang khusus dan Lapas Tenggarong memiliki keterbatasan ruang jadi kami coba modifikasi menjadi program pesantren," ujarnya
Agus juga berkeinginan nanti saat ujian pertama tahfiz akan mengundang Kementerian Agama dan Lembaga Tahfiz Qur'an yang ada di Kukar.
"Tujuannya agar program ini semakin berkualitas baik dari segi hasil maupun program pembelajaran nya," demikian Agus
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan