Kepala Bidang Perekonomian, Haryo Martani mengatakan seleksi pemilihan dewas dari unsur pejabat memang mengalami keterlambatan karena sempat tidak ada calon yang mendaftar sejak pertama kali dibuka penjaringan.
"Iya lumayan agak lama karena kemarin kan memang belum ada peminat, sampai dilakukan pengunduran sebanyak tiga kali. Kami menilai para pejabat mungkin pertimbangan kesibukan atau semacamnya," kata Haryo kepada korankaltim.com, Rabu (19/1/2022).
Diketahui, Yudi Adifiantara terpilih menjadi Dewas Perumda Tirta Mahakam unsur pejabat pemerintah karena menjadi yang terbaik dari calon pejabat lainnya yang mendaftar ikut seleksi menjadi Dewas.
Haryo menyebutkan meskipun dilantik dan bekerja sebagai dewas salah satu perusahaan milik pemerintah, jabatan Yudi di Dinas Perhubungan sebagai Kepala Bidang tetap berlaku.
"Dengan dilantiknya sebagai dewas, jabatannya di OPD ya tetap sesuai ketentuan, makanya dari unsur Pejabat pemerintah daerah. Tetap sebagai Kabid dan bekerja menjadi dewan pengawas," terangnya.
Haryo menegaskan, pemilihan dewas dari unsur pejabat tidak ada intervensi dari kepala daerah, semua tahapan seleksi, tes hingga pemilihan dan pelantikan mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku.
"Yang daftar itu ada lima dan ini membuktikan bahwa dipilihnya Pak Yudi sebagai dewas unsur pejabat adalah benar-benar melalui mekanisme yang berlaku dengan dilakukan penyeleksian, tes dan penilaian," tegasnya.
Tidak ada intervensi dari pimpinan, semuanya terbuka dan murni yang menentukan adalah nilai dari kemampuannya masing-masing.
"Pengujinya pun juga independen. Ketentuannya ya minimal eselon IV karena pejabat, namun untuk yang mengikuti tes Dewas Perumda Tirta Mahakam ini semua pendaftarnya kemarin ialah eselon III dan II tidak ada yang eselon IV," demikian Haryo.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan