"Yang paling mencolok, dia masih punya tali pusar sama plasentanya masih ada," kata Dian kepada Korankaltim.com.
Kondisi tersebut, kata Dian, membuka kemungkinan kalau bayi tersebut begitu dilahirkan langsung dihanyutkan ke air. Berdasarkan hasil pemeriksaan, usia kematian bayi ini juga diperkirakan baru lahir tiga atau empat hari setelah ditemukan.
"Baru banget itu, ya seusia jasad bayi yang ditemukan di Jonggon kemarin lah," ungkapnya .
Sebelumnya, warga RT 01 kelurahan Mangkurawang, Tenggarong dibuat geger dengan ditemukannya jasad bayi berjenis kelamin perempuan mengapung dan tersangkut di salah satu keramba warga, kemarin (17/1).
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Rizali (42). Waktu itu sekitar Pukul 09.30 WITA, Rizali ingin kembali melanjutkan pekerjaannya membangun keramba yang baru dirakitnya beberapa hari terakhir. Untuk memudahkan pekerjaannya itu, dia mencoba membersihkan kotoran seperti tanaman enceng gondok beserta potongan kayu dan pohon pisang yang tersangkut di bagian hulu kerambanya.
Tak ada bau busuk atau hal aneh lainnya, Rizali begitu kaget melihat bagian punggung bayi di antara tumbuhan enceng gondok dan batang pohon pisang yang tersangkut itu saat hendak dibersihkan.
"Enggak berani juga saya sentuh-sentuh itu kan, jadi langsung saya laporkan ke RT," kata Rizali.
Padahal sebelum ditemukannya jasad bayi ini, Rizali menyebut tidak ada kotoran enceng gondok yang tersangkut di kerambanya itu. Tumbuhan gulma yang larut, kata dia, kebanyakan berasal dari tengah sungai. Kemudian larut ke pinggir setelah tertiup angin kencang.
Kondisi jasad bayi ini juga begitu memprihatinkan, ditemukan dalam kondisi membengkak dengan tali pusar yang masih menempel di perut.
"Waktu itu, saya yakin betul itu sesosok bayi. Cuman agak takut juga karena enggak pernah melihat seperti ini sebelumnya," ungkapnya.
Kapolsek Tenggarong AKP Nursan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Ketua RT 01 Mangkurawang soal penemuan in untuk ditindaklanjuti, personilnya langsung turun ke lokasi penemuan. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WITA, petugas kepolisian mengevakuasi jasad bayi tersebut.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan