Data yang dihimpun Newzoo tahun 2020, Indonesia memperoleh revenue sebesar US$ 1,74 miliar, dan akan mengalami kenaikan hingga 32.7 persen setiap tahunnya di dalam bidang industri ini.
Suksesnya bidang ini di tanar air tentu tidak terlepas dari besarnya peran pemerintah, game developer, dan para player.
Di Indonesia sendiri esports menjadi salah satu cabang eksibisi di PON XX Papua dan mampu mendukung game lokal bisa bergabung.
Adapun turnamen yang diselenggarakan oleh pemerintah di antaranya adalah Piala Menpora Esports dan Piala Presiden Esport yang sudah selesai beberapa waktu yang lalu.
Untuk anak muda di era millenial, esports merupakan salah satu alternatif untuk memulai karir bahkan untuk menciptakan peluang bisnis. tentu dengan syarat harus fokus dan dan memiliki skill yang mumpuni di bidang ini.
Beberapa tahun kedepan industri esports ini diprediksi akan tumbuh dan berkembang lebih besar lagi, dan pastinya persaingan di dunia esports ini semakin ketat di banding dengan pekerjaan kantoran pada umumnya. Ditambah lagi waktu yang di habiskan untuk terjun ke dunia ini tidaklah singkat tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa mendapatkan prestasi-prestasi yang memuaskan.
Dengan prestasi-prestasi yang di dapat maka seorang player memiliki nilai jual yang tinggi bahkan bisa tergolong sangat mahal jika prestasi nya sudah sekelas dunia. Contohnya BTR Ryzen, pemain professional PUBG MOBILE dari tim Bigetron Esports. Jika ada tim yang mau membeli BTR RYZEN, pihak tersebut harus menyiapkan angka yang cukup fantastis.
Pasalnya, harga transfer Ryzen mencapai Rp50 miliar. Nominal yang sangat besar dan menggiurkan. Tidak diragukan lagi industri esports ini sangat menjanjikan apabila kita menekuninya dengan serius. (*/kk)
(Penulis : Rayyan Pilardy, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi)