"Kami memberikan keleluasaan dan tidak memberikan intervensi kepada jajaran direksi Perusda untuk membangun jaringan guna pengembangan bisnis yang dijalankan, namun kami ingatkan jangan coba-coba terlibat dalam politik praktis, kami berikan leluasa secara proporsional agar kontribusi devidennya bagi daerah," kata Edi saat dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (3/1/2022).
Edi menegaskan deviden atau pendapatan yang masuk bagi daerah, diharapkan bukan dari besar kecilnya nominal rupiah yang dihasilkan, namun pendapatan yang secara kesinambungan serta mampu dipertanggungjawabkan dengan baik dan rutin setiap berkala waktu.
"Bukan persoalan besar kecilnya, berapapun nilainya yang penting tetap berkontribusi bagi pendapatan daerah," ucapnya.
Agar Perusda yang dimiliki mampu bekerja maksimal, diharapkan seluruh jajaran direksi dan pemimpin Perusda harus memiliki attitude yang mumpuni serta profesional dalam bekerja. Tidak kalah pentingnya juga mampu menempatkan orang-orang yang tepat di jabatan-jabatan strategis yang diembannya.
"Dengan penempatan orang yang kompeten di bidangnya masing-masing dan Perusda dipimpin oleh orang yang tepat dan memiliki attitude dan integritas yang tinggi terhadap tanggung jawab pekerjaan, maka harapan dan akan ada tanda-tanda kehidupan Perusda itu tetap ada. Kami sadari selama ini ada Perusda yang bermasalah itu karena kita dihadapkan dengan permasalahan attitude dan integritas," tegasnya.
Sebelumnya, Bupati telah menegaskan kepada Direktur Utama Perusda Tunggang Parangan (TP) yang baru dilantik Awang Muhammad Luthfi untuk bekerja sesuai yang konkret saja tidak perlu menerawang dan berekspektasi terlalu tinggi.
"Mulailah dari hal yang kecil, tidak ada hal besar dicapai manakala tidak ada hal kecil dulu yang dilakukan. Lakukan hal yang konkret, jangan terlalu menerawang. Perusda itu membangun trust. Selama ini cerminan dari kinerja baik BUMD hingga BUMN selalu ada persoalan, persoalan pertama itu trust dan kedua intervensi. Kami sepakat tidak akan mengintervensi BUMD, kami berikan ruang untuk berkomunikasi dengan stakeholder yang ada," demikian Edi.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan