Turut hadir dalam acara penutupan itu Kepala Distransnaker Akhmad Hardi Dwi Putra, Kepala BLK Kukar Suryaningsi dan Pimpinan LPK PT ERM Bahruddin Noor.
Edi Darmansyah mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kukar Idaman (Inovatif Data saing Mandiri) Kukar siap kerja. "Jadi sudah dilaksanakan Disnaker bekerjasama dengan LPK PT ERM dan ini lebih spesifik lagi," kata Edi usai menutup kegiatan pelatihan secara resmi.
Dijelaskannya, program Kujar siap kerja awalnya hanya memberikan pelatihan pendidikan supaya memiliki keterampilan yang berbasis kepada pasar-pasar. Tetapi kalau yang melalui LPK PT ERM ini sudah siap untuk dikerjakan di holding-holding mereka.
"Seperti ini 15 orang ini akan dikirim ke Sangatta langsung bekerja, Jadi saya terima kasih kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja transmigrasi dan pak Baharuddin pimpinan PT ERM," ucapnya.
Edi mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Ke depannya akan terus dilakukan dan ditingkatkan demi memajukan daerah melalui putra-putri yang semakin baik. Seperti memberikan pelatihan untuk yang ingin bekerja dan yang ingin di dunia wirausaha juga akan diberikan fasilitasi permodalannya.
Edi juga ingin ada keterlibatan para stakeholder lainnya, seperti Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia. Pihaknya ingin bekerjasama bagaimana baiknya pengembangan SDM di Kutai Kartanegara. Jadi tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alamnya, tidak hanya memberikan kontribusi ke negara ke daerah juga program tanggung jawab sosial.
"Tapi juga punya tanggung jawab bersama kami Pemerintah Kabupaten untuk memberikan pengembangan SDM yang diperlukan di sektor baru bara pertambangan itu, seperti yang kita lakukan ini kan pelatihan mekanik, karena memang diperlukan di sana," harapnya.
Pimpinan PT ERM Bahruddin Noor mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kukar yang telah bekerja sama sehingga dapat menghasilkan para pekerja unggul baruTerhitung sampai saat ini LPK PT ERM sudah mencapai angkatan ke 83.
Di angkatan pertama dari Kukar ini, peserta terdiri dari 15 orang, Masing-masing dari kecamatan Tenggarong delapan orang, Anggana lima orang dan Sanga-Sanga dua orang. Mereka mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar selama 55 hari kerja.
"Bupati juga mengatakan kegiatan ini akan secara terus-menerus dilakukan dan juga akan menambah jumlah peserta ke depannya," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Bambang Irawan