Kepala DLHK Kukar Alfianoor menyebutkan target tersebut diupayakan tercapai dalam jangka waktu delapan bulan di tahun depan. Dua bulan pertama tahun 2022, pihaknya masih perlu mengupayakan akreditasi dari lab ini.
"Artinya kalau dua bulan (awal) itu sudah terakreditasi, kita insyaAllah sudah berjalan," ungkap Alfiannoor kepada Korankaltim.com, Rabu (22/12/2021).
Sektor-sektor pertambangan bakal menjadi 'pasar' bagi lab ini. Dikatakan Alfian, ada puluhan pertambangan yang dapat menggunakan layanan laboratorium lingkungan ini untuk berbagai kepentingannya.
Kendati demikian, pihaknya tidak ingin muluk-muluk untuk menetapkan target yang lebih besar. Kendati punya potensi yang terbilang besar, angka Rp600 juta itu merupakan target yang rasional berdasarkan asistensi Bapenda. Selain itu, ada banyak hal yang harus dipersiapkan seperti beberapa parameter pengujian yang harus terakreditasi secara bertahap. Maka DLHK, tegas Alfian, akan bekerja keras untuk ini.
"Sekarang ini kita mencoba 14 parameter dulu, nanti bertahap terus naik. Sekarang kan ada 95 sampai 100 parameter yang harus diakreditasi, kalau sudah sampai ke situ insyaallah pendapatan sangat besar," bebernya.
Beberapa alat pengujian saat ini sudah terpenuhi, tinggal sumber daya manusianya yang perlu ditingkatkan kapasitasnya untuk mengoperasikan alat tersebut. Karena sejauh ini, baru ada empat analis yang dimiliki DLHK Kukar.
"Masalah udara misalnya, alatnya juga sudah ada, maka SDM-nya harus punya kompetensi. Sebenarnya sudah bisa, tapi kan harus ada bimbingan teknis lebih dulu terkait dengan itu," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan