Acara ini merupakan wujud dari apresiasi kepada kaum perempuan di kecamatan Tenggarong, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam beberapa organisasi kewanitaan tadi.
Ketua PKK Tenggarong Atih Hayati mengatakan, eksistensi mereka sudah mulai terlihat dalam dua tahun terakhir ini, khususnya dalam berbagai program pembinaan kesejahteraan keluarga.
"Para pelaku UKM dan UP2K (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga) ada juga, sudah banyak tumbuh dan mereka sebagian berasal dari anggota PKK, anggota DWP, dan KWT," terang Atih kepada Korankaltim.com.
Pembinaan peningkatan ekonomi keluarga sendiri, lanjut Atih, merupakan bagian dari 10 Program Pokok PKK.
Apa yang diupayakan selama ini benar-benar berdampak dalam peningkatan perekonomian keluarga masing-masing.
"Kalau dari segi organisasi KWT, kami harapkan ibu-ibu dengan program menanam tanaman sayuran yang masa usianya pendek di halaman pekarangan. Walaupun mereka ada yang bertani, misalnya mereka punya olahan, seperti kemarin kan kita baru melaksanakan pelatihan olahan cabe, nah salah satunya itu," paparnya.
Bahkan upaya tersebut diperkuat lagi dengan pelatihan pendampingan untuk pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) atau PIRT), ada sekitar 140 pelaku UMKM yang mendapatkannya.
Atih berharap program seperti itu terus berlanjut, dan acara hari ini merupakan wadah bagi para anggota organisasi itu saling bersilaturahmi satu sama lain agar semakin kompak.
"Mengompakkan itu perlu upaya keras, menciptakan suatu hubungan emosional. Saat itu sudah tercipta, kita dekat dengan mereka, maka kita pun akan mudah dan upaya pembinaan ke mereka pun mudah. Pembinaan nya pun harus secara berkesinambungan, terus menerus," tutup Atih.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur