“Velodrome itu banyak hantunya, tapi kesan itu sekarang perlahan sudah berangsur-angsur menghilang karena sering digelarnya kegiatan olahraga disana. Venue sempat terbengkalai bertahun-tahun tapi sekarang mulai digiatkan kembali berbagai aktivitas olahraga disana,” kata Maman saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (15/12/2021) hari ini.
Adapun kegiatan olahraga yang digelar di venue yang sejatinya diperuntukkan untuk lomba balap sepeda tingkat internasional itu antara lain futsal, basket dan yang terbaru kejuaraan taekwondo yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah yakni Balikpapan, Samarinda dan Bontang.
“Alhamdulillah sekarang aktivitas di velodrome menjadi lebih hidup, kalau dulu cuma suara jangkrik dan suara tangisan saja yang terdengar. Kami menyaksikan dan merasakan sendiri karena kan kantor KONI berdekatan,” ungkap mantan atlet basket Kukar ini.
Hal senada juga disampaikan Fida Hurasani. Ia menegaskan apa yang dikatakan ketua KONI Kukar benar adanya. “Velodrome penuh dengan roh-roh gaib, roh-roh halus. Waktu saya menurunkan anggota Satpol PP kurang lebih dua regu ke sana (untuk membersihkan) mereka melihat hal-hal gaib itu,” ungkap Fida.
Meskipun demikian, dirinya berpesan kepada seluruh pelaku dan penggiat olahraga tidak perlu merisaukan hal ini. Karena semakin banyak kegiatan positif dilakukan demi kemajuan bidang olahraga Kukar, maka aura negative juga akan pergi.
“Sekarang Insya Allah sudah dibersihkan, sudah di-pel dan saya yakin acara-acara yang telah dilakukan selama ini seperti kejuaraan yang dilangsungkan di velodrome, maka itu juga membersihkan semua-semua apa yang saya katakan tadi,” ujar Afe, sapaan akrabnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur