Diketahui motor yang tenggelam itu terdiri dari tiga unit motor Kawasaki KLX, dua Honda CRF dan satu motor modifikasi. Upaya evakuasi mengalami kendala derasnya arus dan terdapat pusaran air di kawasan teluk itu.
Kapal Ferry yang digunakan untuk mengangkut penyelam terus saja bergeser kendati dilabuhkan jangkar batu besar karena derasnya arus di perairan tersebut.
Kemungkinan besar, enam motor trail ini tidak bisa diselami.
"Batu seukuran saya ini masih larut juga kapal ferinya. Untuk penyelaman mereka (tim penyelam) sudah bilang tidak bisa," kata Syaiful.
Diperkirakan tim di lapangan, arus di bawah permukaan sungai diperkirakan sekitar 3 knot, ditambah lagi pusaran air yang cukup membahayakan jika proses evakuasi tetap dilaksanakan.
Situasi itu menjadikan upaya penyelaman akan menjadi sangat berisiko jika dipaksakan. "Pusaran air besar, dipermukaan memang tidak terlalu tapi ketika diterjunkan jangkar batu talinya goyang betul. Jadi mereka bilangnya sudah dipastikan tidak bisa," kata Syaiful lagi.
Meski begitu tim dari BPBD terus standby di dermaga hingga sore nanti. Ada tujuh orang dari timnya di lapangan memperhatikan kondisi jika memang masih memungkinkan.
"Tadi ada juga penyelam tradisional cuman belum ada melakukan penyelaman juga, melihat kondisi airnya seperti itu," tutup Syaiful.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur