Ini agar alur kas daerah tidak mengendap. Edi mengaku telah menyelami apa permasalahan yang menyebabkan tagihan kontraktor itu menumpuk di akhir-akhir. Diungkapkannya, para kontraktor tidak ingin menyampaikan tagihannya per termin karena mengaku dimintai pungutan.
"Terlepas betul atau tidaknya Pak Wisnu (Kadis PU), Pak Maman (Kadis Perkim), pokoknya di dua ini yang vital, PU dan Perkim," ungkap Edi saat Ngapeh Hambat, Senin (6/12/2021) kemarin.
Selain dua OPD itu, ditemukannya juga ada pungutan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hal itu, kata Edi, alasan para kontraktor ini mengajukan tagihannya di akhir sembari mempersiapkan biaya pungutannya. Ini sebab utama mengapa uang mengendap di kas daerah.
Edi sangat menyayangkan hal ini, apalagi serapan anggaran di daerah terpantau oleh pemerintah pusat. Isu yang berkembang di Kemenkeu RI, transfer ke daerah bakal dihentikan karena duit mengendap di kas daerah dan ini harusnya memacu agar realisasi belanja berprogres.
Makanya Edi ingin agar dilakukan perubahan. Jika memang harus memberikan 20 persen uang muka kegiatan proyek, maka akan dipenuhi. Kemudian Edi tidak ingin pekerjaan ini diatur oleh kontraktor, terlebih sampai ada kepala perangkat daerah yang jadi kontraktor. Edi menyebut, dia ingin mengembalikan marwah dinas yang bersangkutan, dan mengatur kontraktor dalam hal kebaikan terutama agar tidak terjadi monopoli pekerjaan.
"Yang memonopoli Kukar ini empat orang aja asal mau tahu. Saya dua tahun mengulur waktu untuk mencari siapa sih yang mengendalikan Kukar, empat orang aja. Ini saya buka hari ini, saya ingin baik aja Kukar ini. Empat orang, dan itu sudah saya doakan setiap Subuh supaya dia kembali ke jalan yang lurus," sebutnya.
Edi optimis ini bisa diperbaiki. Memang kondisi di 2021 dirasa kurang ideal, karena proses di awal-awal sudah tidak sesuai jadwal.
"Ini bisa kok, tidak ada yang tidak bisa, karena memang ada beberapa yang selama ini zona nyamannya terganggu jadi saya mohon maaf aja," demikian Edi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan