"Realisasi pendapatan Kukar dari targetnya Rp4,21 triliun realisasinya sudah Rp3,1 triliun atau persentasenya sekitar 73,71 persen, itu total pendapatan," kata Totok kepada Korankaltim.com, Jumat (3/12/2021) hari ini.
Dari 73,71 persen ini, terdiri dari berbagai macam pendapatan, diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Khusus untuk PAD, Kukar sudah melebihi target atau surplus.
"PAD ditargetkan Rp372 miliar, realisasinya sudah Rp423 miliar jadi sudah lebih 13 persen, artinya PAD Kukar mencapai 113 persen. Kemudian dana transfernya dari targetnya Rp3,836 triliun sudah di transfer Rp2,683 triliun, itu sekitar 70 persen realisasinya," papar Totok.
"Ini sudah on the track, kami pakai pola 20, 20, 30, 30 di setiap triwulan untuk dana transfer, sekarang sudah lewat triwulan tiga kan 70, nah sekarang ini triwulan empat Oktober November Desember ini insya Allah Desember capai target," tegas Totok.
Jika dana bagi hasil atau transfer saat ini sudah on the track, PAD sudah surplus, ada dana lain-lain yang masih belum tercatat namun dipastikan masuk karena biasanya akan tercatat di akhir triwulan keempat.
"Saat ini sedang diproses pencatatan, dana sisa itu misalnya seperti dana sisa lelang dan lainnya sebesar 4 miliaran. Yang dari PAD ini ada yang surplus dan ada yang kurang. Untuk surplus itu dari pajak daerah yakni sudah 115 persen artinya surplus 15 persen, dari targetnya Rp87 miliar sudah realisasi Rp101 miliar, itu pajak. Nah yang masih belum tercapai itu dari retribusi, sudah kecil target nya yakni Rp5 miliar saja, namun realisasinya Rp3,4 miliar atau persentasenya baru 62 persen," jelasnya.
Khusus retribusi ini berada pada wewenang masing-masing OPD teknis untuk mengejarnya agar target yang telah ditetapkan bersama bisa segera terealisasi di penghujung triwulan keempat ini.
"Yang pasti domainnya kawan-kawan OPD teknis di wewenang wilayah retribusi nya masing-masing. Misalnya retribusi parkir, sampah, retribusi itu macam-macam ada 32 jenis, untuk hasil pengelolaan kekayaan sudah 100 persen dari target yang ditetapkan yakni 19 miliar, kemudian dari lain-lain pendapatan daerah yang sah itu sudah 115 persen jadi sudah surplus 15 persen dari target 259 kini sudah 298 hampir 300 miliar itu untuk PAD secara umum sudah surplus. Yang pasti Bapenda disini melakukan berbagai upaya dan strategi khusus untuk memaksimalkan pendapatan, artinya kita tidak cuma duduk diam saja tiba-tiba pendapatan itu masuk saja, tidak seperti itu," pungkas Totok.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur