Sebagai pimpinan baru Reza memastikan akan memberikan perubahan dalam periodesasi kepemimpinannya selama empat tahun ke depan karena disetiap adanya pergantian pimpinan pasti ada program baru dengan mengikuti dinamika organisasi.
"Dipercaya sebagai Ketua BKPRMI Kukar adalah amanah yang tidak mudah. Tentu ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," kata Reza kepada Korankaltim.com Selasa (16/11/2021) hari ini.
Dalam menjalankan roda organisasi, sejatinya tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri tetapi harus bekerja bersama-sama demi mencapai target dan tujuan organisasi.
"Organisasi ini tidak akan berkembang ketika dikerjakan secara individual sehingga harus bekerja bersama-sama, menyatu untuk membesarkan BKPRMI Kukar," urai Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini.
Hal penting yang harus dilakukan dengan cepat setelah kepengurusan ini terbentuk adalah mendata semua guru ngaji yang ada di Kukar sebagai bentuk perhatian kepada para guru ngaji yang sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan insentif.
Guru ngaji secara nyata ikut mendidik anak bangsa dengan agama dan cara membaca Alquran.
"Mohon doa dari semua pihak, agar bisa sinergi memperjuangkan hal ini. Harapannya gara guru TK TPA dan guru ngaji bisa mendapatkan penghargaan yang layak dan sesuai, sama seperti profesi lain yang sudah mendapat perhatian lebih," harap Reza.
Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Kaltim Sabran mengaku menaruh banyak harapan kepada kepengurusan BKPRMI Kukar ini.
"Ini kepengurusan baru, tidak boleh berjalan seperti biasa, tapi harus berlari mengejar ketertinggalan yang lama," tegas Sabran.
Penulis: Faisal Ays
Editor: Aspian Nur