Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi tinginya atas kehadiran penceramah yang jauh-jauh datang dari jakarta. "Saya selaku pimpinan dengan momentum tabligh akbar ini pula mengajak kepada seluruh petugas pemasyarakatan dan warga binaan dapat meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah rahmatan lil'alamin" kata Agus.
Pada kesempatan ini pula dilakukan wisuda angkatan I santri Pesantren Taubatan Nasuha Lapas Tenggarong yang telah memulai pembelajaran sejak bulan April 2021 lalu. Dimana proses pengalungan kepada para wisudawan dilakukan oleh Jumadi, Kepala Pemasyarakatan Kemenkumham Kaltim yang berkesempatan hadir pada kegiatan tabligh akbar ini.
"Setelah dilakukannya wisuda ini, pesantren taubatan nasuha akan melakukan proses pembelajaran baru untuk angkatan II dengan jumlah santri sebanyak 55 orang, sehingga kedepan jumlah WBP yang menjadi santri akan bertambah setiap tahun pembelajaran nya" sebut Kasi Binapi Lapas Tenggarong, Ahmad Harnadi.
Pada puncak acara, KH. Syarif Rahmat menyampaikan tentang keistimewaan dari Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, dimana namanya selalu diucapkan baik dalam setiap doa maupun amalan-amalan ubudiyah lainnya.
"Nabi Muhammad juga Satu-satunya nabi yang didalam Al Qur'an banyak memiliki nama lain serta penyebutan yang berbeda dengan para nabi yang lain" terangnya.
Selain menyampaikan hal tersebut, KH Syarif Rahmat juga mengajak para hadirin untuk menyanyi bersama lagu kebangsaan yang bertujuan untuk menguatkan rasa nasionalisme para WBP dan petugas dengan diselingan lantunan sholawat pada ceramah yang disampaikannya.
Dalam rangka menyemarakkan peringatan maulid nabi Muhammad SAW, Lapas Tenggarong mengadakan beberapa lomba islami yaitu, lomba adzan, lomba bilal jumat, hafalan dan murottal Al Qur'an serta lomba khutbah Jum'at.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur