"Selamat ya Kafilah Tenggarong, tadi pak camat berbisik kepada saya saat menyerahkan piala “saya sudah menyiapkan bonus untuk kafilah saya,” itu bisikannya kepada saya," sebut Edi. "Besok datangi pak camat, kalau tidak ada cepat beri tahu saya, nanti saya perintahkan untuk segera diberikan bonus," imbuhnya lagi.
Edi berharap MTQ ke-42 ini menjadi bahan evaluasi bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan.
Diketahui belum seluruh cabang lomba diikuti oleh kafilah masing-masing kecamatan mengingat situasi pandemi Covid-19 ini sehingga masih ada batasan-batasan. Edi ingin ini menjadi atensi khusus pelaksanaan MTQ tahun depan.
"Harus semua lomba itu ada pesertanya karena akan menunjukan pembinaan pengembangan di setiap kecamatan, desa, kelurahan berjalan dengan baik," kata Edi.
Edi berharap pelaksanaan MTQ ini bisa terus meningkat kualitasnya. Dia mengucapkan terimakasih kepada para kafilah termasuk pelatih dan pendamping dari 18 kecamatan atas partisipasinya.
Mereka adalah duta terbaik dari masing-masing kecamatan yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik. Selain itu, atas verifikasi dan dukungan yang proporsional oleh Dewan Hakim dan Dewan Pengawas diharapkan memberikan peningkatan kualitas para juara dan prestasi yang nantinya diharapkan mampu mempertahankan gelar Juara Umum MTQ tingkat Provinsi Kaltim.
"Tagline sudah disampaikan, hastagnya #kukarlimakali. Karena kita sudah empat kali berturut-turut juara umum MTQ tingkat provinsi Kaltim," sebutnya.
Muara Badak dianggap sudah melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai tuan rumah sementara Loa Kulu akan menjadi tuan rumah MTQ ke-43 tahun depan.
"Ini sangat penting yang selalu saya sampaikan, pembinaan dan pengembangan, kuncinya hanya dua itu, " tutup Edi. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur