Aplikasi ini dinilai Edi sebagai salah satu bukti konkrit pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkab Kukar.

Dia menyampaikan apresiasinya terhadap Pejabat Administrator RSUD AM Parikesit yang mengikuti Diklat PIM III, Habsy yang sudah menggarap dua aplikasi untuk meningkatkan manajemen keuangan dan manajemen resiko ini.
"Dokter Yuli (Plt Dirut RSUD AMP) menyampaikan ke saya, setelah dicermati, ini cocok sekali untuk diimplementasikan dalam rangka perbaikan tata kelola keuangan dan manajemen resiko di Rumah Sakit AM Parikesit," kata Edi.

Dia berharap aplikasi ini dapat dijalankan dengan baik. Jika nantinya aplikasi ini berjalan sesuai harapan, menurutnya tidak menutup kemungkinan aplikasi ini juga digunakan untuk lingkup yang lebih besar lagi.
"Tdak menutup kemungkinan bakal diadopsi ke manajemen pengelolaan keuangan Kukar," sebutnya.
Memang, kata dia, bicara manajemen keuangan maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar menjadi sentralnya. Namun akan alangkah bagusnya jika sistem ini terintegrasi dengan aspek-aspek lainnya.
Hal yang menarik menurut Edi adalah terkoneksinya sistem ini dengan manajemen Resiko, atau Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Diungkapkannya sistem pengendalian internal masih dilakukan secara manual dan belum berjalan secara menyeluruh di lingkungan Pemkab Kukar. Hal inilah yang terus didorong ke inspektorat agar SPIP ini bisa berjalan.
"Kan banyak persoalan selama ini, kita tahunya setelah dilakukan audit BPK. Kalau sistem pengendalian internal kita ini jalan dalam kegiatan tahun berjalan ini, kita bisa melihat. Kalau ada gejala-gejalanya kita cepat kendalikan dengan baik, itu yang harus kita bangun ke depan," demikian Edi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan