Castro, sapaan akrab Herdiansyah Hamzah, menyebutkan ke depannya akan menyusul aksi-aksi heroik masyarakat di daerah lainnya untuk menghentikan operasi tambang ilegal ditengah adanya kesan pembiaran dari aparat maupun pemerintah.
"Saya meyakini aksi-aksi heroik warga untuk melawan tambang ilegal ini tinggal tunggu waktu aja," kata Castro kepada Korankaltim.com, Jumat (8/10/2021) siang tadi.
Gerakan semacam ini sudah dilakukan oleh warga Muang Dalam, Lempake, Samarinda. Warga setempat menggelar aksi demo menolak aktivitas diduga tambang ilegal yang merusak lahan pertanian hingga permukiman warga itu.
Kemudian Kamis (7/10/2021) kemarin, warga RT 9, Dusun Taman Arum, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu melakukan pencegatan terhadap truk jungkit bermuatan batu bara.
Mereka beramai-ramai menolak aktivitas merusak lingkungan ini mengingat desa tersebut merupakan kawasan yang dihuni oleh masyarakat yang mayoritasnya berprofesi sebagai petani bahkan sudah didaulat jadi Desa Wisata di Kukar.
Gerakan ini akan terus terjadi seiring berjalannya waktu lantaran warga yang sudah muak dengan aktivitas ilegal itu.
"Kemarin di Muang, kemudian di Sumber Sari, besoknya lagi di tempat lain. Pasti akan semakin meluas," ujarnya yakin.
Berkaca dari fenomena ini, menurutnya aparat hukum dan pemerintah harusnya malu dengan warga, punya wewenang tapi warganya sampai-sampai harus turun tangan langsung untuk memberantas tambang-tambang ilegal ini.
"Itu seperti pepatah, aurest habent et non audient. Punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tapi tidak mendengar, punya mulut tapi membisu," tutup Castro.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur