Wakil Ketua II DPRD Kukar Didik Agung Eko Wahono mengatakan semua pihak yang berkepentingan harus duduk bersama, karena persoalan ini bukan hanya pada pemerintah daerah tapi juga semua pihak terutama Pertamina.
"Kita atasi bersama, bukan hanya Kutai Kartanegara saja, ya tentu tidak semua unsur terlibat dan pihak Pertamina ini juga harus memberikan solusi jangan hanya jualan saja, dengan aktivitas jualan mereka tapi menyebabkan kemacetan kan tidak bagus juga," kata Didik kepada korankaltim.com, Rabu (29/9/2021).
Politikus PDIP ini menekankan dan memberi sorotan khusus kepada pihak Pertamina, karena harus memberikan solusi dan duduk bersama dengan semua pihak yang berkepentingan. "Pertamina apa solusimu seperti ini, jangan kau tinggalkan saja. Kalau pasokan kurang ya kuotanya tambahi. Jangan dibebankan kepada wilayah atau daerah, kalau bagi masyarakat yang mengantre ini mereka korban jangan salahkan mereka, mereka ini mencari nafkah," tegasnya.
Ia pun menganalisa jika mengacu pada fenomena ekonomi sosial, penyebab antrean panjang ini karena kuota BBM yang tidak mencukupi. "Masyarakat yang mengantre ini korban, awalnya antre di sebelah (kawasan jalan Arwana,red) kemudian diusir dan dipindahkan di samping DPRD dan depan kantor Bupati tapi juga dialihkan karena menjadi penyebab kemacetan. Belum ada solusi yang tepat, sejauh ini pemerintah melalui Dinas Perhubungan hanya melakukan upaya penertiban pemindahan antrean kendaraan saja. Mereka ini korban, nah kalau korban tentunya perlu kita tolong," bebernya.
Pertamina harus hadir memberikan solusi. Kota Tenggarong ini hanyalah contoh atau cerminan dari sekian daerah yang juga mengalami persoalan yang sama. "Di daerah lain juga seperti ini. Kalau disebutkan karena adanya keberadaan tambang, ya ga masuk akal, di Balikpapan gak ada tambang tapi kenapa kok juga ngantre, jadi Pertamina harus hadir jangan pemerintah daerah saja yang hadir, apa solusimu Pertamina," demikian Didik.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan