"Kegiatan ini sebagai upaya jajaran Lapas Tenggarong meningkatkan kemampuan dan kapasitas SDM dalam penanganan kebakaran," kata Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto saat membuka kegiatan.
Kegiatan berlangsung satu hari ini mulai pukul 08.30 WITA sampai 12.00 WITA, di awali dengan penyampaian materi oleh Abdul Kadir JFT Ahli Madya BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Sumber kebakaran itu ada 3 hal, yaitu api, udara dan bahan. Dalam penanganannya harus memperhatikan titik api dan arah mata angin dan yang terpenting tidak gegabah sehingga tahapan-tahapan penanganannya bisa maksimal," kata Kadir.
Penting juga melakukan pengecekan tabung APAR secara berkala guna memastikan kesiapan dan fungsi alat tersebut bekerja dengan baik jika terjadi kebakaran.
"Kami menyambut baik kegiatan ini dan jika dikemudian hari akan dilakukan pelatihan lanjutan kami siap membantu," tambahnya.
Setelah penyampaian materi selama satu jam dilanjutkan dengan simulasi dan praktek yang bertempat di halaman kantor Lapas Tenggarong.
Dalam simulasi disampaikan cara melakukan pemadaman api menggunakan kain basah dan APAR.
Agus Dwirijanto mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kutai Kartanegara yang memberikan pelatihan. "Saya berharap sinergitas dan komunikasi ini tidak hanya sebatas pelaksanaan pelatihan namun bisa ditingkatkan dalam bentuk kerjasama yang implementasinya dapat berupa pembuatan panic button di Lapas yang langsung terkoneksi dengan pihak BPBD dan instansi terkait lainnya," tutup Agus.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur