Rendi menyebut, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,070 miliar di APBD Perubahan. Sebesar Rp798 juta dari alokasi tersebut untuk mengakomodir jaminan kematian, kemudian Rp188 juta untuk mengakomodir kecelakaan kerja, ada juga program beasiswa mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi bagi masyarakat Kukar yang termasuk dalam kelompok pekerja rentan.
"Alhamdulilah di perubahan ini kita sudah slotkan anggaran ke BPJS Ketenagakerjaan untuk kurang kebih 34 ribu keluarga (pekerja) rentan di Kukar," kata Rendi.
Sebanyak 34 ribu termasuk aparatur desa non ASN hingga perangkat RT se Kukar.
Dia berpesan kepada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar agar dengan teliti dalam proses validasi para calon penerimanya agar tepat sasaran.
Kemudian program ini diharapkannya tersosialisasikan dengan baik kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaaan yang termasuk dalam kelompok rentan.
"InsyaAllah akan menerima (santunan,red) jika terjadi musibah," ungkapnya.
Program bersama BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi penguat selain daripada salah satu dari 23 program dedikasi untuk santunan 20.000 keluarga pra sejahtera yang menjadi Peserta BPJS Kesehatan. Rencananya, kegiatan ini akan terus berkelanjutan kedepannya.
Disebutkan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda, Muhyiddin, program jaminan sosial ini masih dalam tahapan awal.
Dari alokasi anggaran yang ada, program ini juga nantinya akan menyentuh para pekerja bukan penerima upah atau yang tidak memiliki hubungan kerja.
"Seperti petani, nelayan atau jenis pekerjaan apapun yang tidak ada hubungan kerja, bukan penerima upah. Disebutkan tadi juga ada guru ngaji," ujarnya.
Program ini, disebutkan Mahyuddin akan dimulai Oktober mendatang. Akan dibuatkan secara khusus klaster penerimanya sesuai dengan profesi masing-masing. Kemudian akan disosialisasikan secara terus menerus sembari memvalidasi data calon penerima.
"Saya kira belum ada daerah se Provinsi Kaltim ini, bahkan se Kalimantan yang membuat alokasi seperti kabupaten Kukar. Saya optimis nanti apa yang kita lakukan di Kukar menjadi percontohan bagi oleh kabupaten lain," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan