Tentunya hal ini diharapkan dapat membantu Perumda Tirma untuk memperluas layanan air bersih ke pedesaan terutama bagi desa yang masih mengalami kekurangan air.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mahakam Suparno menyambut baik rencana ini, penyertaan modal ini bisa dipergunakan untuk pengembangan jaringan air bersih. "Ya kita menyambut baik dan senang saja jika mendapatkan penyertaan modal dari Pemkab Kukar di APBD-Perubahan 2021 yang tujuannya untuk percepatan pembangunan di sektor air bersih," katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (9/9/2021).
Dirinya pun belum mengetahui secara pasti besaran penyertaan modal yang ada dan akan dialokasikan ke Perumda Tirma. Namun ia telah berdiskusi dan berkomunikasi dengan Wakil Bupati melalui asisten pribadinya yang menyarankan untuk pengembangan jaringan air bersih ke desa-desa terutama desa yang belum tersentuh layanan air bersih baik dari Perumda Tirta Mahakam ataupun melalui Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
"Baru 122 desa yang menikmati air bersih dari Perumda Tirta Mahakam sejauh ini masyarakat desa belum bisa menikmati air bersih dari jaringan Tirta Mahakam namun terbantu dengan adanya program Pamsimas. Program ini dikelola Desa melalui badan usaha milik desa, Pamsimas di Kukar itu sekitar 50-an desa yang sudah terkover," ungkapnya.
Perumda Tirta Mahakam terus berupaya memperluas layanan air bersih hingga target cakupan layanan bisa mencapai 76 persen untuk di seluruh Kutai Kartanegara.
"Sejauh ini layanan kita 62 persen dan diharapkan terus meningkat sampai pada target kita yaitu 76 persen, tapi memang pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan pembangunan sektor air bersih, kita pahami dan sadari hal itu. Namun kita terus senantiasa berupaya yang terbaik," demikian Suparno.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan