Salah satunya, vaksinasi masih terfokus dalam pemenuhan dosis pertama dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga masih terdapat beberapa sasaran yang belum tervaksin secara paripurna atau mendapat vaksinasi dosis kedua.
"Sampai pada hari ini, kalau istilahnya Kepala Dinas Kesehatan kita masih punya tunggakan," kata Edi kepada Korankaltim.com.
Seperti diketahui, dosis kedua bagi masyarakat tidak dapat menggunakan jenis vaksin yang berbeda. Misalkan dosis pertamanya disuntikan jenis Sinovac, maka dosis keduanya mesti Sinovac.
Tidak bisa digantikan dengan jenis vaksin yang tersedia sekarang seperti Moderna ataupun Astrazeneca.
Edi menyebut ada sekitar 15.000-an masyarakat Kukar yang belum mendapatkan vaksin dosis dua jenis vaksin sinovac.
"Tapi kami terus komunikasikan ini supaya ini bisa kembali dilaksanakan," ujarnya.
Diketahui, cakupan vaksinasi per tanggal 6 September 2021sebesar 23 persen dari 548.231 sasaran. Dalam artian sudah ada sebanyak 128.929 orang sudah tervaksin.
Dia juga mengimbau bagi masyarakat yang ragu akan vaksinasi dapat ditanyakan kepada ahlinya.
"Jangan ke yang bukan ahlinya. Nanti tambah disesatkannya, tanya pada ahlinya," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan