Kasubsi Giatja, Zairin Zain menambahkan, pemesan meubelair produksi warga binaan Lapas Tenggarong tidak hanya sekitar wilayah Kota Raja saja, namun juga sudah merambah ke luar daerah bahkan hingga ke pulau Jawa.
"Hampir tiap bulan ada pemesan dari Jawa, khususnya kursi lipat yang menjadi produk andalan dari Lapas Tenggarong," ujar Zain.
Disinggung soal kendala yang dihadapi dalam proses produksi, Zain menerangkan kendala utama saat ini adalah ruang produksi yang sudah tidak representatif dan hal ini juga disebabkan karena kondisi luas bangunan kantor dan sarana penunjang Lapas Tenggarong sekitar 144 meter persegi. Meskipun demikian kendala ini tidak menghalangi pihaknya untuk tetap berkreasi dan produktif.
Tahun 2021 Lapas Tenggarong mendapatkan program pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket dengan melibatkan 200 orang warga binaan serta mendapatkan bantuan belanja modal dalam bidang konveksi.
"Belanja modal (alat konveksi) tersebut merupakan kebijakan dari direktorat jenderal pemasyarakatan, diharapkan dengan adanya belanja tersebut semakin membuat warga binaan semakin kreatif dan memiliki keterampilan,” tegas Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto.
Selain menggunakan bahan baku kayu, bengkel kerja Lapas Tenggarong juga melakukan produksi dengan bahan baku limbah drum yang diolah menjadi kursi dan meja tamu.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur