Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Yasir menjelaskan, para saksi yakni petugas atau penjaga malam menceritakan api sudah membesar dari ruang atas asrama santriwan yang pada saat itu saksi sedang melaksanakan salat Magrib berjamaah bersama santri di masjid yang berada di komplek pesantren tersebut.
"Asrama pada saat kebakaran dalam keadaan kosong," ujar Yasir kepada awak media, Rabu (1/9/2021) siang tadi.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat membuat syok pengelola ponpes dan santri, sehingga ada salah seorang santriwati harus dibawa ke RSUD AM Parikesit karena pingsan.
Dua ruangan asrama santri putra tersebut ditempati 24 orang dengan isi ruangan tempat tidur tingkat dua sebanyak 12 unit, di dalam ruangan tersebut tidak ada alat masak atau kompor dan hanya digunakan untuk istirahat para santri.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran arus pendek listrik. Api dapat dipadamkan pada jam 19.10 WITA dengan bantuan 10 unit mobil pemadam dan dua unit ambulans petugas dari PMK Kukar, BPBD Kukar, Satpol PP Kukar, Balakar Kelurahan Melayu, Balakar Kelurahan Loa Ipuh dan Relawan Satria - Samarinda. Kerugian diperkirakan kurang lebih 100 juta rupiah," tutup Yasir.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur