"Kemudian prosesnya masih perlu melihat apakah memenuhi unsur atau tidak," kata Yasir, Selasa (31/8/2021).
Saat dikonfirmasi, Yasir didampingi oleh Babinkamtibmas Tanjung Batu, Aipda Dody Tiasworo menangani kasus in menuturkan hasil pemeriksaan psikologi terhadap terduga ditemukan adanya kecenderungan kecemasan dan depresi.
Diceritakan oleh terduga kepada Dody, bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan bentuk terapi bagi santri yang saat itu jauh dari orangtuanya. Pelukan dan ciuman di bagian bahu itu menurut terduga efektif untuk menenangkan seseorang, seperti yang dilakukan ayah terduga kepada dirinya.
Upaya pengumpulan bukti-bukti seperti hasil visum tidak memberi petunjuk apapun. Sehingga hasil pemeriksaan psikolog dari Dinas Sosial Kukar terhadap terduga dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Samarinda untuk menentukan apakah gangguan yang diderita terduga termasuk gangguan ringan atau berat.
“Kalau hasilnya memang tidak gila, nanti kita ke ahli pidana untuk melihat apakah perbuatannya termasuk unsur pidana atau tidak,” jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan