DMI sebagai mitra pemerintah tidak hanya merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk pemerintah namun tidak membawa manfaat, tapi justru harus menyambung tugas pemerintah dan memberikan manfaat kepada umat.
"Saya berharap besar kepada DMI ini bagaimana menjadi mitra, bersinergi baik itu pelaksanaan tugas pemerintahan khususnya pembinaan keagamaan sosial kemasyarakatan dan mendorong memakmurkan masjid, mendorong masjid sebagai struktur pemberdayaan masyarakat mengelola ekonomi umat dan turut membantu menanggulangi persoalan Covid-19," kata Edi kepada korankaltim.com, Jumat (20/8/2021) pagi tadi.
Edi menyadari sebagai organisasi non profit, DMI Kukar tidak bisa cepat dalam menunjukkan sinergitas dan kerja nyata sebagai mitra pemerintah. Pasti ada prosesnya, ia pun mengapresiasi DMI selain tingkat kabupaten kini sudah ada di tingkat kecamatan.
"Apa yang sudah disampaikan rencana visi misinya, saya berharap agar ini dilakukan dengan baik sehingga dalam perjalanannya bisa menunjukkan DMI ini berperan dalam pengembangan manajemen masjid dan bisa berbasis manajemen modern. Peran sentral itu yang harus diwujudkan dengan baik," paparnya.
Pemkab Kukar berkomitmen untuk memberikan stimulus kepada DMI Kukar meskipun tidak setiap tahun, sehingga diharapkan bagaimana mendorong agar masjid punya kekuatan sendiri untuk mengelola dana umat yang disinergikan dengan DMI.
"Seperti program kepedulian memberikan bantuan sembako untuk 5 kecamatan kemarin, bahwa bantuan ini diberikan kepada jamaah masjid yang terkena Covid, ini langkah awal semoga ini bisa diikuti DMI Kecamatan untuk mengkoordinir jamaah dan tersalurkan ke warga. Kalau bisa diluaskan lagi, paling tidak kiri kanan depan belakang masjid 40 rumah, walau tidak kena covid tapi warga prasejahtera ya tetap diberikan bantuan, karena kalau secara kesehatan dia sehat tapi secara ekonomi dia perlu bantuan," ungkap Edi.
Siapa saja atau organisasi manapun yang ingin memberikan bantuan, harus bersinergi dengan Satgas Covid-19, namun memang perlu diakui data dari satgas punya kelemahan, sehingga harus dicek kembali di lapangan.
"Misalnya warga itu secara kebutuhan pokok dia ada dan tercukupi tapi memerlukan obat-obatan, nah nanti coba teknisnya kami memberikan bantuan ada paket obat yang sudah ditetapkan, harapannya DMI bisa memikirkan itu, konsultasi kan dengan satgas melalui dan DMI kecamatan yang langsung mendistribusikan ke warganya," tutup Edi.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur