Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, dr Martina Yulianti menjelaskan, vaksin dosis ketiga hanya diperuntukkan bagi nakes sebagai booster.
"Vaksin ketiga itu sebagai booster dan hanya untuk nakes karena nakes kan andalan dan mereka harus selamat, kalau nakes banyak yang berguguran siapa yang merawat orang yang sakit," kata dokter Yuli, sapaan akrabnya, kepada Korankaltim.com, Selasa (17/8/2021) hari ini.
Untuk program vaksinasi yang saat ini tengah digencarkan Pemkab Kukar baik booster dosis ketiga yang diperuntukkan bagi nakes dan dosis pertama dan kedua bagi masyarakat umum ialah jenis Vaksin Moderna yang memiliki nilai efikasi yaitu efek perlindungan terhadap Covid-19, sebesar 94,1 persen.
"Vaksin yang sekarang ini bukan Sinovac adanya Moderna, adapun dosis yang diberikan ke nakes tuk dosis ketiga ini ya sama saja yakni setengah, sama seperti dosis pertama dan kedua," sebutnya.
Terkhusus vaksin moderna, Yuli menjelaskan ada sedikit perbedaan dan dirinya memberikan keterangan atau testimoni resmi gejala yang dirasakan usai seseorang mendapatkan vaksin moderna.
"Saya sudah divaksin moderna, yang saya rasakan adalah demam, nyeri kepala, sakit diseluruh tubuh mual dan nyeri dibekas suntikan. Hal ini saya sampaikan sebagai antisipasi, namun semua gejala tersebut insyaAllah bersifat sementara, jadi tidak perlu takut tapi perlu diketahui agar tidak terkejut," jelas dokter Yuli.
Namun perlu menjadi perhatian bersama setiap orang dapat timbul reaksi yang berbeda-beda. Diharapkan dua hari setelah vaksin agar dapat mengurangi aktivitas dan selama tujuh hari tidak melakukan aktivitas berat.
"Ingat tetap disiplin terapkan 5M, ketika sudah divaksin jangan beranggapan kita ini kebal, harus tetap utamakan anjuran Pemerintah dan jaga selalu kesehatan dan kebersihan diri dan keluarga serta prokes harus tetap dilakukan," tutup Yuli.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur