Syarifuddin yang berdomisili di RT 44 desa tersebut berpolemik dengan CV Anggaraksa Adisarana (AA), perusahaan tambang batu bara yang menggunakan tanah miliknya untuk hauling atau mengangkut batu bara dari lahan di kawasan tersebut.
Pihak CV AA sendiri mengklaim punya hak untuk menggunakan tanah tersebut. Hal inilah yang membuat Syarifuddin nekat untuk menutup akses jalan perusahaan yang berada di atas tanah miliknya seluas 1,5 hektar.
Menurut Syarifuddin, lahan yang kerap digunakan oleh CV AA milik pribadinya dan penutupan jalan hari ini puncak polemik yang terjadi selama dua bulan terakhir.
“Saya meminta mereka (CV AA) tidak melewati jalan milik saya. Karena tidak ada tanggapan makanya saya tutup akses masuk dari tadi pagi sampai siang ini. Tapi tetap tidak ada respon dari perusahaan. Selama ini memang tidak pernah ada komunikasi dengan pihak perusahaan padahal kami sudah mencoba untuk berkomunikasi," kata Syarifuddin kepada Korankaltim.com.
Syarifuddin meminta CV AA tidak lagi meenggunakan jalan yang merupakan lahan miliknya karena diniatkan untuk warga sekitar menuju akses ke pemakaman di Desa Batuah.
Terpisah, Kepala Desa Batuah Abdul Rasid membenarkan kalau Syarifuddin sudah menyurati CV AA tanggal 27 Juli 2021 lalu hingga 14 hari selanjutnya namun tidak mendapat respons positif.
Selaku pemerintah desa dirinya diminta untuk memediasi karena erat kaitannya dengan kepentingan dan hak dari warganya.
Rasid mengakui kalau ada surat yang menunjukkan lahan milik Syarifuddin selaku warganya yang isinya memberikan saksi sejak tahun 1980-an, Syarifuddin memang sudah menetap di desa tersebut dan memiliki lahan tersebut.
"Tapi kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah, secara kekeluargaan saja," pinta Rasid.
Rasid mengakui kalau pihak perusahaan yang tidak hadir hingga batas waktu yang sudah diberikan untuk melakukan pertemuan membuat dirinya kecewa.
“Kami pemerintah desa saja tidak dihiraukan apalagi hanya warga. Saya hanya berharap hal ini tidak menyulut hal lain dan berharap warga Batuah menghadapi permasalahan ini dengan cara baik tanpa kekerasan dan tindakan anarkis,” papar Rasid.
Sementara dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji angkat bicara. Seno mengaku menyayangkan sikap perusahaan yang tidak mengakomodir dan bersinergi dengan warga.
“Kami berharap ada win-win solution bagi semua pihak dan berharap setiap perusahaan bisa bersinergi dengan masyarakat sekitar, tidak hanya mengeruk kekayaannya saja," ucap Seno.
DPRD Kaltim akan segera melakukan pemanggilan kepada perusahaan yang bersangkutan tapi akan melihat terlebih dahulu ke lapangan dan menjadwalkan pertemuan antara Syarifuddin dengan pihak perusahaan.
Penulis/Editor: Aspian Nur