"Kenapa dalam kebijakan kami saat ini ada program hilirisasi pertanian, karena kami ingin bidang pertanian ini konsepnya adalah bagaimana kita menghadirkan industrialisasi di pertanian itu, sehingga bisa memastikan apa yang dilakukan oleh para petani, komoditi yang ditanam itu sudah jelas memfasilitasi pasarnya, " kata Edi.
Kondisi yang terjadi saat ini adalah aktivitas para petani sangat besar ketergantungan kepada bantuan pemerintah Kabupaten Kukar, disisi lain yang dihasilkan oleh petani Kukar belum mampu memfasilitasi di pasarnya.
"Dari kondisi ini dalam kebijakan, pertanian berbasis kawasan itu hilirisasi pertanian, bagaimana kami menghadirkan industrialisasi di bidang pertanian, salah satunya di Kecamatan Tenggarong Seberang ini menjadi kawasan yang memang unggul, karena kita akan melakukan revitalisasi RPU dengan beberapa kawasan yang sudah kita tetapkan, " papar Edi.
Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki tantangan yang sangat tinggi, karena aktifitas eksploitasi sumber daya alam batu bara yang juga tinggi, sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Kukar dalam mengelola sektor pertanian.
"Sehingga, isu perusahaan tambang batu bara itu dengan istilah saya membawa kemudharatan kepada masyarakat di sekitar tambang, tapi kami buktikan Desa di sekitar tambang khususnya di Tenggarong Seberang itu bisa dibangun dan bisa dihijaukan kembali di sektor pertanian yang baik dengan konsep-konsep yang sudah dotetapkan bersama," tutup Edi.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur