Selain itu terdapat beberapa pegawai lainnya yang juga ikut sakit.
Penutupan layanan ini dimaksudkan agar para pegawainya tersebut dapat memulihkan kesehatannya terlebih dahulu.
"Saya juga tidak ingin bekerja dibawah tekanan, tekanan psikis. Karena ada yang meninggal juga (suami pegawai)," kata Iryanto kepada Korankaltim.com.
Dua pekan lalu ada kejadian serupa di kantornya dimana suami dari salah satu pegawai di Bagian Pendaftaran Penduduk (Dafduk) juga meninggal dunia karena Covid-19.
Sejak saat itu sudah banyak desakan dari pegawainya untuk mengambil kebijakan agar pelayanan dihentikan sementara. "Saya ambil kebijakan untuk cooling down lah," paparnya.
Kantor kecamatan tetap membuka layanan perekaman KTP-el. Memang warga Tenggarong banyak yang memilih layanan di kantor Disdukcapil Kukar dibandingkan kantor kecamatan namun untuk sementara masyarakat dapat mengambil layanan perekaman KTP di kantor kecamatan.
"Memang ada saran dari Dirjen untuk menunda menutup rekaman karena high risk, Cuma kami melihat selama penerimaan CPNS ini tidak enak juga kami tutup," sebut Iryanto
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur