Imbasnya, air pun menggenangi kawasan rumah sakit mulai pukul 06.00 WITA.
Wakil Direktur RSUD AM Parikesit Mauritz Silalahi menyebut, rumah sakit ini berada di wilayah lembah ditambah kurangnya daerah resapan air di sekitar rumah sakit menyebabkan volume air bah menjadi cukup besar untuk menjebol tembok itu.
"Bebannya semakin berat, aliran airnya kan harusnya bukan ke rumah sakit, cuman karena rumah sakit agak di lembah, jadi airnya masuk," kata Mauritz.
Genangan air tidak sampai menggenangi fasilitas-fasilitas penting dan gedung rawat inap rumah sakit, hanya menggenangi bagian luar seperti parkiran, selasar, teras UGD dan lorong-lorong.
Genangan air saat ini sudah menyurut sejak 09.00 WITA. Petugas kebersihan telah membersihkan sisa-sisa genangan di lantai lorong dan tempat-tempat lainnya.
Menurut Mauritz, idealnya terdapat parit-parit yang mengelilingi kawasan rumah sakit ini agar air bah tidak langsung menghantam tembok.
Namun hal tersebut bukanlah kewenangan rumah sakit untuk membuatnya. Pihaknya hanya mampu memaksimalkan parit-parit di dalam rumah sakit agar dapat mengalir dengan baik ke jalur pembuangan.
"Itu yang kami lakukan. Walaupun ada air datang tidak langsung tergenang, tapi langsung habis," jelas Mauritz.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur