"Tak ada perubahan harga, kurang lebih sama saja dengan harga tahun lalu Bisa sedikit diatas cuma memang menyesuaikan dengan ukuran badan hewan kurbannya, harganya sekitar Rp25 juta per ekor," kata Abdullah kepada korankaltim.com, Kamis (1/7/2021) hari ini.
Abdullah yang sudah menjadi peternak sejak remaja ini menceritakan banyak tantangan yang harus dilaluinya pada perjalanan dari Sulawesi Barat menuju Kalimantan Timur hingga akhirnya sampai ke Tenggarong membawa hewan kurban ini. Hal ini besar dipengaruhi karena pelabuhan di Mamuju yang tidak bisa digunakan lantaran terdampak gempa beberapa waktu lalu.
"Perjalanan jadi sangat lama, harusnya kalau dulu bisa lewat pelabuhan Mamuju, tahun ini kami harus naik kapal lewat pelabuhan Palu, Sulawesi Tengah," ungkap warga Sulawesi Barat ini.
Selain harus menempuh perjalanan yang cukup lama, sapi dagangannya juga harus di karantina terlebih dahulu sebagai syarat wajib untuk terjamin kesehatannya dan layak dijual di luar daerah.
"Kalau dulu perjalanan hanya satu pekan saja, untuk tahun ini sampai 10 hari bahkan ada yang sampai dua minggu, kasihan sapi sempat stres kemarin, tapi sekarang sudah membaik dan total sapi yang kami bawa 75 ekor. Variannya jenis sapi bali semua, hanya dua ekor yang sapi limousin," pungkas Abdullah.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur