"Sabtu lalu korban salat bersama kakeknya yang bernama Sal'i, setelah pulang dari masjid, pak Sal’i terpisah dengan korban kemudian dilakukan pencarian karena korban tidak pulang ke rumah di Dusun Loa Bukit RT 8 nomor 25 Desa Loa Ulung Kecamatan Tenggarong Seberang," kata Kapolsek Loa Janan Aksarudin Adam kepada korankaltim.com, Senin (21/6/2021).
Selanjutnya pihak keluarga mengabarkan melalui media sosial dan grup-grup relawan via jejaring sosial terkait informasi hilangnya korban.
"Selanjut nya pihak keluarga mendengar kabar dari Polsek Loa Janan dan relawan terkait penemuan mayat dan setelah dicek identis bahwa korban memang adalah anggota keluarganya yang hilang sejak Sabtu lalu," ungkap Aksar sapaan akrabnya.
Diperoleh keterangan dari pihak keluarga, korban sejak sekolah di Samarinda mengalami depresi kurang lebih tiga tahun dan rutin mengkonsumsi obat penenang anjuran dari RS Selili Samarinda. Kemudian berobat jalan di RS Parikesit Tenggarong Seberang Kukar.
Diketahui akibat ganguan jiwa ini korban terkadang jalan sendiri dan diketahui tidak bisa berenang.
"Keterangan pihak keluarga, korban tidak pulang sejak hari Sabtu 19 juni 2021 setelah salat zuhur dan ditemukan meninggal di sungai mahakam di Desa Loa Duri Ulu RT 6 Loa Janan terapung di Sungai Mahakam jetty PT Titian Kaltim," tegasnya.
"Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, selanjutnya jenazah atas permintaan keluarga dikembalikan ke keluarga untuk dikebumikan," demikian Aksar.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan