Kepada awak media, Aldo mengatakan, banyak parameter yang ditetapkan sebagai bagian dari penilaian layaknya sebuah kawasan pemukiman dijadikan Kampung Tertib Lalu Lintas.
"Yang perlu diperhatikan dan menjadi parameter dalam penilaian kampung tertib berlalulintas ini ada beberapa dan sudah kita serahkan ke masing-masing Polda, jadi sebagai contoh saja ya parameternya banyak, ya salah satunya keberadaan rambu-rambu lalulintas di sekitar kampung dan kemudian keberadaan trotoar, bagaimana dengan fasilitas untuk pejalan kaki dan bagaimana fasilitas untuk pengguna sepeda. Itu semua menjadi bagian dari parameter yang kita tetapkan," katanya.
Meskipun banyak parameter yang ditetapkan, pihaknya meyakini dan menyadari tidak semua KTLL mampu memberlakukan parameter yang sudah diberikan. Tapi paling tidak penilaian tentu akan semakin baik apabila kampung yang telah ditetapkan semakin mendekati pada parameter yang potensial untuk menjadikan kampung tertib berlalulintas yang baik.
"Kelurahan Bukit Biru ini bagus dan ada parameter yang kita tetapkan untuk dipenuhi, namun kembali lagi kita melihat untuk wilayah Kaltim saja kita ada tiga kampung untuk menjadi unggulan, saya sudah lihat Bontang, hari ini di Kukar dan besok di PPU. Nanti kita pilih satu yang terbaik untuk lolos ke tingkat nasional dan bersaing dengan 33 Kampung tertib lalu lintas terbaik masing-masing Provinsi se-Indonesia," sebutnya.
Adapun tujuan kampung tertib berlalulintas ini didirikan dan dibangun untuk mengedukasi masyarakat sejak dari usia dini. Polri menyadari komponen masyarakat yang paling kecil adalah keluarga. Banyak keluarga-keluarga di Indonesia yang masih belum menyadari pentingnya keselamatan berlalulintas.
"Inilah maksud kami, keselamatan berlalulintas kesadaran tertib berlalulintas harus dimulai dari komponen masyarakat yang paling kecil, bapak yang mengingatkan anaknya, anak yang mengingatkan bapaknya untuk gunakan helm, kampung adalah perkumpulan dari keluarga-keluarga. Seperti itu tujuan kita mengingatkan masyarakat mengedukasi masyarakat dari komponen yang paling kecil," bebernya.
Hal senada ditambahkan Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Agung Alit S yang berharap ke depannya Kelurahan Bukit Biru ini menjadi kawasan percontohan Kampung Tertib Lalu Lintas.
"Ya kedepan harapannya Kelurahan Bukit Biru ini menjadi percontohan bagi daerah lain di Kutai Kartanegara Tenggarong khususnya untuk menjadi Kampung Tertib Lalu Lintas," harapnya.
Sementara itu, Lurah Bukit Biru Muhammad Asri, mengaku pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih dengan jajaran Polres Kukar khususnya Satlantas yang berkoordinasi secara intens dengan masyarakatnya untuk mendirikan kampung tertib lalu lintas di Kelurahan yang sejarah dulunya berdiri adalah kawasan trans tahun 1973 ini.
"Alhamdulillah komponen masyarakat mendukung program dari Satlantas Polres Kukar ini, semua setuju dan menyambut baik, sekarang perkembangannya sangat signifikan terhadap kesadaran berlalu lintas masyarakat kami disini," tegas Asri.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan