Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kukar, Eko Purwanto mengatakan, kejadian tertabraknya ponton yang mengangkut batu bara bukan hanya terjadi kali ini saja, namun sudah berkali - kali terjadi di beberapa Jembatan yang ada di Kutai Kartanegara khusus nya Jembatan Martadipura ini.
Sebelumnya tahun 2017 juga pernah terjadi di Jembatan Martadipura ini. "Perlu perhatian khusus oleh pemerintah untuk menindak tegas perusahaan tambang batu bara yang memiliki kapal tongkang tersebut sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," katanya kepada korankaltim.com, Rabu (2/6/2021).
Ketika kejadian ini terus terulang, maka akan berdampak pada penurunan kekuatan dan kualitas jembatan yang selalu dihantam oleh tumpukan gunungan batubara.
HMI Kukar menyayangkan tidak adanya kapal pandu dan tunda yang ada di sekitar jembatan untuk memandu kapal - kapal yang akan melewati jembatan. Padahal berdasarkan Perda Kabupaten Kukar nomor 08 tahun 2013 dikatakan bahwa pemanduan dilakukan agar navigasi pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar demi keselamatan kapal dan lingkungan.
HMI dalam hal ini juga mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Kukar untuk tegas dalam penegakkan perda nomor 08 tahun 2013 ini. Jangan sampai perda ini ada tetapi tidak mampu dilaksanakan dengan baik sehingga kejadian kapal tongkang menabrak jembatan di wilayah Kutai Kartanegara ini terulang kembali.
"Nah ini yang tidak kami inginkan. Kami juga menanti tindakan tegas pemerintah untuk memanggil perusahaan tambang batu bara yang telah menyenggol jembatan martadipura," tegasnya.
Peran KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Provinsi Kaltim juga harus dipertegas tentang perizinan dan keselamatan kapal serta jembatan. "Kami mempertanyakan peran dari KSOP Provinsi Kaltim terkait dengan perhubungan sungai, karena kejadian kapal tongkang menabrak jembatan tidak hanya sekali terjadi namun sudah sering terjadi, jika kejadian ini terjadi lagi maka KSOP Provinsi Kaltim harus dievalusi dengan serius," timpal Eko
Sebelumnya bulan november 2020, juga terjadi hal yang lebih parah di kecamatan Muara Jawa tepatnya Jembatan Dondang yang di tabrak ponton pengangkut batu bara, bahkan kerusakan nya cukup parah beberapa bagian tiang pancang rusak berat akibat kejadian ini.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi