“Ada petugas kami empat orang disana (Kembang Janggut), menurut informasi terkini kondisinya sudah membaik, ya namanya pasang surut, jadi kalau kategori bencana atau tidak itu nanti ada penetapan hasil evaluasinya,” kata Sekretaris Dinsos Kukar Abidin SAP kepada korankaltim.com, Kamis (27/5/2021).
Dalam penetapan status bencana banjir tidak serta merta pihaknya bisa dengan mudah menyalurkan bantuan karena masih menunggu penentuan status oleh tim Pemerintah Kabupaten Kukar. “Ini banjir tahunan yang siklusnya setiap tahun terjadi, oleh karena itu kami menghimbau kepada pihak swasta lokal yang ada disana bisa membantu terkait aspek kebutuhan, namun kalau untuk kedepannya jangka panjang ya mudahan ada paling tidak kalau disamping kiri kanannya ada perusahaan tambang ya perlu diperhatikan rehabilitasi lahannya, ini kalau kita berpikir jangka panjang,” tegasnya.
Mantan pejabat BPBD Kukar ini menjelaskan, petugas Dinsos yang ke lapangan kemarin ialah sambil menginventarisir semisal harus ada warga yang dievakuasi atau tidak, hal ini dilakukan dengan tujuan supaya cepat posisi penanganannya agar tidak saling menunggu.
“Banjir ini beda dengan kalau semisal kebakaran, meskipun formulasinya sama yakni kebutuhan dasar pokok juga tetapi beda dari aspek penggunaan, kalau kebakaran ya besoknya langsung kita bantu, kalau banjir ada analisis dulu, sama seperti tahun lalu yang enam kecamatan, dan siklus tahunannya seperti itu kan, habis Kembang Janggut, nanti Kenohan Kota Bangun Muara Kaman dan nanti turun ke Tenggarong,” jelasnya.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi