Tradisi ini pun hingga sekarang tetap eksis di Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong yang notabene merupakan daerah transmigran asal pulau Jawa. Lurah Maluhu, Bayu Ramanda BA mengatakan, perayaan lebaran ketupat yang tahun ini dirayakan 9 Syawal berlangsung cukup spesial karena dirangkai dengan syukuran Hari Jadi ke-51Kelurahan Maluhu.
"Selain membaca doa selamat dan tumpengan tadi di kantor, kami juga melakukan ziarah kubur ke makam pendiri Kelurahan Maluhu yakni Almarhum Bapak Syahrial Setia yang merupakan Camat Tenggarong 1968 - 1974," kata Bayu kepada korankaltim.com, Jumat (21/5/2021).
Diketahui perayaan hari jadi Kelurahan Maluhu diperingati setiap 22 Mei, dan tahun ini sudah berusia 51 tahun yakni berdiri sejak 1970.
Bayu menerangkan adapun perayaan lebaran ketupat ini pertama kali sudah dilakukan sejak kelurahan ini berdiri dan selama itu pula Lebaran Ketupat selalu dirayakan. "Ya lebaran ketupat ini setiap tahun kami rayakan, namun tentunya untuk dua tahun ini kita terapkan dengan protokol kesehatan secara ketat. Alhamdulillah semua warga juga turut mendukung, jadi sudah 51 tahun selalu kami rayakan seperti ini setiap tahunnya," ungkapnya.
Tradisi unik dari lebaran ketupat ini tak hanya sekedar memasak ketupat dan sayur opor ayam di masing-masing rumah. Masakan dari masing-masing warga ini dikumpulkan secara bersama-sama di Masjid dan Musala untuk kemudian dicampur dan kemudian dibagikan lagi ke masyarakat.
"Ya tradisi seperti itu tetap dilestarikan, adapun untuk teknis pembagiannya kami melibatkan adik-adik IRMA Masjid dan Musala yang mengantarkannya langsung ke rumah-rumah warga," pungkasnya.
Penulis:Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan