"Belum lagi ancaman nyata yang setiap saat bisa terjadi dan sulit untuk diprediksi, yaitu terorisme dan radikalisme serta munculnya faham-faham yang berkeinginan untuk mengganti ideologi Pancasila, serangan cyber dan spionase serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ini semua adalah salah satu bentuk pelemahan suatu bangsa yang saat ini dinamakan proxy-war yang ujungnya menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara menjadi ancaman yang komplek dan multi dimensial, " papar Edi.
Kabupaten Kukar adalah miniatur Indonesia, paling tidak ada 22 suku besar yang ada di Kukar, dengan beragam etnis yang karakteristiknya bisa saja berbeda, maka ini perlu terus dipelihara, dikembangkan dan dibina secara berkesinambungan dan terprogram untuk dapat menjamin kondisi kondusif dalam pelaksanaan pembangunan di Kukar.
Dalam perspektif kemajemukan, upaya pemeliharaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa merupakan bagian terpenting bagi masyarakat Kutai Kartanegara yang bersifat heterogen.
Melalui pelaksanaan Apel Kebangsaan diharapkan ditanamkan dalam relung hati bersama sebagai anak bangsa beberapa hal yakni pertama mari menjaga dan pertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, kedua sebagai anak bangsa dapat melaksanakan UUD 1945 dalam perspektif dan peran pekerjaan masing-masing.
"Kemudian bersama menjaga toleransi dengan menjunjung tinggi Kebhinekaan dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI, dan menolak penyebaran faham radikalisme dan fanatisme dalam beragama yang menyebabkan perpecahan dan perseteruan antar umat beragama, " sebut Edi.
Sementara Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting menambahkan, kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kebhinekaan, menjaga persatuan dan kesatuan. Dimana masyarakat Kukar disini terdiri dari berbagai macam suku, maka harus kita ingatkan kembali.
"Dan saat ini banyak hoax maupun permasalahan yang membawa kepada suku agama maupun adat tertentu, sehingga ini perlu kita samakan persepsi, sehingga situasi Kamtibnas di wilayah Kukar dapat terjalin. Dan saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kukar khususnya, untuk senantiasa menjaga situasi Kamtibmas agar bisa menjaga berita atau menyaring Informasi, baik itu di medsos maupun media elektronik dan media lainya, agar tidak gampang terprovokasi, dan sama-sama senantiasa menjaga keamanan Kukar, " kata Irwan.
Terpisah, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin berharap, untuk masalah umat beragama dan suku bangsa yang ada di Kukar, maka harus disatukan visi misi bersama ke depan.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur