“Kami berharap dapat perhatian pemerintah pusat. Kami punya program masuk dalam visi-misi, kemudian selaras dengan program pemerintah pusat,” kata Sunggono.
Diakuinya, ada keterbatasan pembiayaan terhadap pembangunan di Kukar. Sehingga konsep ini ditawarkan kepada pemerintah pusat. Namun Pemkab Kukar menunjukan komitmen pembangunan ini dengan mempresentasikannya ke Wamen Perdagangan RI.
Ada keselarasan program pemerintah pusat untuk merevitalisasi pasar ini dengan salah satu dari 23 program dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar terpilih, untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional ini.
Hal ini tetntu saja diharapkan direspon oleh Wamen Perdagangan RI, dan realisasinya dapat berjalan secepatnya. “Jadi disitu juga ada jual ikan, jual sayur dan macam macam, tapi dalam kemasan yang seperti di toko-toko moderen atau di mal-mal itu,” papar Sunggono.
Terkait dengan rencana dibangunkan ruang terbuka hijau, Kota Tenggarong ataupun islamic center terdahulu, secara otomatis dua rencana ini digugurkan atas upaya revitalisasi pasar ini.
Penulis: */ Reza Pahlevi
Editor: Aspian Nur