Alif Turiadi mengatakan pihaknya cukup menyayangkan terkait respon yang minim dari Distanak Kukar, padahal bankeu provinsi dan pusat harusnya bisa turun ke Kukar.
“Ini demi Kutai Kartanegara, namun hal ini tidak direspon secara baik oleh Dinas Pertanian, apalagi luasan lahan kita cukup petani kita banyak kenapa kok tidak di-support, makanya hari ini kita memanggil dinas teknis untuk mengetahui kendala apa sih yang terjadi. dari Bankeu itu Rp25 miliar namun yang direalisasikan Rp2,5 miliar, ini kan jauh sekali,” kata Alif kepada awak media usai memimpin rapat.
Hal senada ditambahkan Andi Faisal yang menyebutkan untuk sektor pertanian, semua leading sector baik di kabupaten, provinsi hingga pusat punya niatan yang sama. Tapi faktanya sesuai pemaparan dari Kepala Dinas TPH Provinsi Kaltim, harmonisasi OPD di Kukar dengan legislator di tingkat I, II hingga pusat tidak seiring sejalan.
“Teman-teman legislator provinsi siap untuk menganggarkan yang diperuntukkan bagi pertanian Kutai Kartanegara bahkan di atas Rp 20 miliar tetapi pengusulan yang ada di e-proposal hanya Rp 2,5 miliar, kan kita jadi dilema yang sudah berupaya semaksimal mungkin supaya ada penambahan alokasi anggaran ternyata tidak bisa karena di 2020-2021 dalam proses penganggaran itu masuk pada SIPD,” ungkap Ical sapaan akrabnya.
Politikus partai Golkar ini berharap dalam proses satu hingga dua bulan ini bisa direview ulang kembali. Sementara itu Kepala Dinas TPH Kaltim, Siti Farisyah Yana menegaskan, semua terkait usulan harus melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
Siti menegaskan, semua masukan bantuan permohonan harus lewat SIPD yang kemudian dientri oleh Bappeda dan semua terkait lampirannya direspon Bappeda provinsi.
“Kita Musrenbang baik provinsi maupun kabupaten kota duduk bersama untuk membahas apakah program-program tersebut masuk di program yang ada di provinsi,” tegasnya.
“Kalau kewenangannya ada di kabupaten kota maka bentuknya menjadi bantuan keuangan, kalau kewenangannya ada di kami (provinsi, red) maka bisa bentuk belanja langsung di provinsi,” pungkas Siti.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan