“Lima hidran di Kota Bangun sudah kita lakukan pemasangan yakni empat di Desa Kota Bangun Ulu dan satu di Desa Kota Bangun Ilir, adapun permintaan yang terbaru datang dari Muara Muntai, terlebih lagi semalam barusan terjadi musibah kebakaran kan,” kata Direktur Utama Perumda Tirma, Suparno dengan didampingi Kasubag Humas, Alfianur kepada korankaltim.com, Senin (5/4/2021).
Menanggapi permintaan bantuan hidran pihaknya berencana akan melakukan rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku OPD teknis yang memiliki wewenang terkait pemetaan kawasan rawan kebakaran dan hal teknis lainnya.
“Akan hearing dengan BPBD untuk memetakan itu, mohon maaf saja kita tidak ingin lancang karena kewenangan BPBD dalam mengalokasikan tempat dan semacamnya teknis terkait itu agar lebih pas, kita mediasi warga yang menginginkan baru kita lakukan dan link koordinasi nya dari BPBD aktif juga menentukan daerah hijau atau daerah merah nya,” ungkapnya.
Layaknya pemetaan yang dilakukan di Perumda Tirma seperti menentukan daerah rawan air dan daerah yang tidak memiliki air permukaan, semua hal teknis seperti itu harus dibahas bersama BPBD.
“Sehingga nanti ada hal yang bisa kita bantu tentu akan kita bantu beberapa kecamatan itu, karena kebakaran saat ini cukup intens. Tidak ada persyaratan khusus, yang penting selama adanya ketersediaan air dan jaringannya. Itu bagian kontribusi kami membantu masyarakat dalam bentuk fisik,” tegasnya.
Namun tetap tidak melangkahi wewenang dari BPBD. Diketahui, sejauh ini bantuan hidran yang sudah direalisasikan Perumda Tirma ialah Kecamatan Muara Badak, Muara Jawa dan Kota Bangun. “Mudahan kami bisa lebih eksis lagi dalam membangun,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan