Menurut Harunu, insiden itu sudah pasti sangat membebani masyarakat yang saat ini tengah melawan pandemi Covid-19. Korban yang terimbas bom tersebut dipastikan banyak merasakan beban secara psikis dan mental.
"Bisa memunculkan tekanan psikis dalam bentuk terganggunya rasa aman, rasa tenteram hubungan antar umat beragama. Kita sesama umat beragama yang hidup rukun mari berikan kekuatan secara moril dan dukungan kepada saudara sebangsa kita,” papar Harunu kepada korankaltim.com, Selasa (30/3/2021).
Secara terbuka FKUB Kukar mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut. Harunu menyebut aksi itu tindakan oknum yang tidak beragama, karena apapun agamanya dan ajarannya tidak dibenarkan melakukan tindakan bom bunuh diri.
“Apapun agama dan ajarannya, tidak ada satu pun yang menganjurkan demikian. Kami sangat mengutuk keras aksi itu,” sebutnya..
Apa yang terjadi di Makassar tersebut merupakan tindakan yang sangat mencederai rasa kemanusiaan seluruh bangsa Indonesia terutama warga Makassar dan umat Kristiani. “Bom bunuh diri juga dapat merusak upaya kerukunan antar umat beragama yang terus digaungkan pemerintah dan masyarakat,” ujar Harunu lagi.
Harunu meminta kepada aparat keamanan meningkatkan keamanan khususnya di tempat-tempat peribadatan umat Kristiani jelang Hari Raya Paskat Jumat (2/4/2021) nanti.
“Mohon pihak Polri dan jajaran keamanan lainnya untuk ditingkatkan, agar saudara-saudara kita umat kristiani dalam menjalankan ibadah-nya bisa berlangsung dengan tenang dan aman di pekan ini,” tutup Harunu.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur