Terlebih lagi daya tarik lampu hias tematik jembatan yang berwarna-warni dan lampu Taman Kota Raja dengan ciri khas Big Three di kawasan Central Distric Bussines (CBD) yang semakin menambah daya tarik bagi warga untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Sadar akan daya tarik ini, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Kukar secara kurun waktu yakni di setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu melakukan pemadaman lampu hias jembatan. Tujuannya agar kerumunan tidak terjadi di setiap akhir pekan.
“Ya itu bagian dari pencegahan dan pengurangan kerumunan. Untuk taman memang menjadi wewenang Dinas PU namun dinyalakan dan dimatikan sudah disistem secara bersamaan,” kata Kepala DESDM Kukar, Slamet Hadiraharjo kepada korankaltim.com, Selasa (30/3/2021).
Nantinya tanggungjawab terkait lampu hias tematik Jembatan Kutai Kartanegara bukan jadi wewenang pihak DESDM. Pihaknya hanya berperan untuk membantu koordinasi dengan pihak penyedia jasa karena lampu hias tematik yang menghabiskan anggaran 6,8 miliar itu merupakan bagian dari Penerangan Jalan Umum (PJU) yang kini menjadi wewenang Dinas Perhubungan (Dishub).
“Kalau tanggungjawab ya enggak, memang setahunan ini masih bantu kordinasi. Kalau yang nyalakan itu udah disistem dan beda antara lampu jembatan dan taman, untuk perawatannya kami bantu saja karena memang ada pemeliharaan. Kalau tagihan dan lainnya semua di perhubungan,” sebut Slamet.
Meskipun dalam satu pekan selalu dimatikan dua hari yakni Sabtu dan Minggu, kerumunan tetap saja terjadi yakni di hari-hari lainnya. Menanggapi hal ini, Slamet menegaskan hal tersebut sudah menjadi wewenang Satgas Covid-19 yakni tim Penegak Hukum (Gakkum).
“Ya dua hari itu memang dimatikan, cuman tetap saja masyarakatnya mensiasati seperti di hari Jumat kemarin itu justru rame. Yang penting kami sudah berusaha,” tutup Slamet.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur