“Untuk AstraZeneca sama-sama vaksin Covid-19, memang pembuatannya berbeda dan produksinya pun berbeda. Kalau Sinovac dari Cina kalau AstraZeneca dari Inggris. Pada intinya tetap aman karena mendapatkan izin edar,” jelas Mauritz kepada korankaltim.com, Selasa (30/3/2021) hari ini.
Masyarakat umum tidak perlu mempermasalahkan nama atau jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia khususnya di Kukar karena pada prinsipnya program vaksinasi ini bertujuan untuk kembali memulihkan kondisi pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih.
“Masyarakat tidak perlu mempermasalahkan itu. Kalau AstraZeneca di beberapa daerah di Indonesia infonya sudah ada yang menggunakan. Menurut informasi kan nanti ada beberapa jenis, ada Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan lainnya,” paparnya.
Apapun vaksin yang digunakan, semuanya tentu aman karena sudah mengantongi izin layak edar. Saat ini pemerintah Indonesia tengah memesan untuk kedatangan vaksin. “Tapi tergantung ketersediaan yang ada, artinya tergantung datangnya vaksin ke Indonesia, yang pasti semua itu dipesan semua oleh Indonesia, kan untuk memenuhi semuanya itu kita memerlukan jutaan dosis, dan untuk memenuhi kebutuhan sebanyak itu ya harus perlu vaksin yang banyak kan,” paparnya.
“Semua vaksin sama, yakni penyuntikan dua kali dosis. tidak usah mempermasalahkan jenisnya, yang pasti nanti diatur oleh Dinas Kesehatan,” pungkas Mauritz.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur